Penyebab Kanker Serviks

Penyebab Kanker Serviks Kanker serviks merupakan penyakit yang sangat ditakuti oleh kaum hawa, terlebih saat ini 92 ribu kasus kematian pada penduduk wanita akibat penyakit kanker. Sebesar 10,3 persennya merupakan jumlah kematian akibat kanker serviks. Sedangkan jumlah kasus baru kanker serviks berjumlah hampir 21 ribu.


Ada Beberpa faktor penyebab Kanker Serviks

Penyebab Kanker Serviks

1. Aktivitas seksual terlalu dini 

Penyebab Kanker Serviks

Melakukan hubungan seksual pada usia yang terlalu dini dapat meningkatkan risiko terinfeksi HPV. Sebaiknya hubungan seksual untuk wanita di atas 20 tahun.

2. Berganti-ganti pasangan

Penyebab Kanker Serviks

Seperti halnya penyakit HIV-AIDS-Sifilis, Kanker serviks juga bisa di sebababkan oleh berganti- ganti pasangan.

3. Merokok

Penyebab Kanker Serviks

Wanita yang merokok dapat meningkatkan resiko 2 kali lipat, karena bahan kimia dalam rokok dapat berbahaya bagi janin dan merusak dingding rahim.

4. Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Penyebab Kanker Serviks

Kondisi ini mungkin dikarenakan mengonsumsi obat tertentu seperti imunosupresan. Obat ini digunakan agar tubuh tidak menolak donor organ dari orang lain atau karena menderita HIV/AIDS.

5. Melahirkan anak

Penyebab Kanker Serviks

Wanita yang punya tiga anak, tiga kali lebih berisiko terkena kanker serviks daripada wanita yang tidak punya anak sama sekali. Makin banyak anak yang dilahirkan seorang wanita, maka risiko mengidap kanker serviks semakin tinggi.  Diperkirakan bahwa perubahan hormon saat sedang hamil membuat leher rahim lebih rentan terserang HPV.

5. Minum pil kontrasepsi atau KB lebih dari lima tahun

Penyebab Kanker Serviks

Mengonsumsi Pill KB dalam jangka 5 tahun berturut-turut akan meningkatkan resiko 2 kali lipat terkena kanker serviks, meskipun hal ini belum dapat di buktikan.


Cara Penyebaran Kanker Seviks

Jika tidak segera ditangani, sel kanker akan keluar dari dingding rahim dan menyebar ke organ dan jaringan sekitarnya seperti  ke vagina dan otot yang menopang tulang panggul. Sel kanker juga bisa menyebar ke tubuh bagian atas. Kondisi ini akan menghalangi saluran yang mengalir dari ginjal ke kandung kemih atau sering disebut sebagai urete. Kanker serviks juga bisa menyebar ke kandung kemih, rektum, dan akhirnya sampai ke hati, tulang, dan paru-paru. hal ini dapat terjadi bila tidak cepat dalam menanganinya.

 

Tahapan-tahapan penyembuhan kanker serviks

1. Operasi Pengangkatan

Hal pertama yang mungkin dokter tawarkan adalah oprasi pengangkatan atau histerektomi di mana pengangkatan rahim ini akan dilanjutkan dengan membersihkan bilaterial kelenjar di bagian panggul.

2. Pelvic Exenteration

Dokter akan menyarankan tahapan ini jika kanker  muncul kembali setelah tahapan pertama. Tahapan ini umumnya akan dokter lakukan kalau kanker muncul lagi di area panggul dan belum terjadi penyebaran ke daerah lainnya. Sesudah operasi, ada rekonstruksi ulang yang akan dilakukan pada bagian vagina menggunakan jaringan dan kulit yang dokter ambil dari bagian tubuh lain pasien.

3. Radiopartikel

Pengobatan yang juga dapat menjadi pilihan selanjutnya adalah radiopartikel di mana dengan teknologi yang telah disediakan, perkembangan sel kanker akan dihambat. Sel kanker yang tak dapat bertumbuh secara leluasa otomatis tak akan mengganggu pasien ketika sedang beraktivitas setiap harinya. Pada prosedur ini, biji partikel dengan luas 1,7 cm akan digunakan dan dari biji inilah akan terpancar sinar gamma yang hanya akan mengancurkan sel kanker.

4. Radioterapi Kanker Serviks

Radioterapi adalah cara pengobatan medis yang juga sudah cukup sering dipilih dan digunakan oleh para penderita kanker serviks. Kanker serviks baik stadium awal maupun stadium akhir dapat diobati dengan prosedur pengobatan satu ini dan dengan radiasi pengion yang diberikan oleh dokter akan membunuh segala sel kanker dengan dosis yang disesuaikan pada volume tumor. Sel-sel kanker yang sedang berkembang akan menjadi rusak, bahkan pembelahan selnya pasti digagalkan oleh radioterapi sehingga tak akan menyebar dengan cepat ke bagian yang lain.

 5. Kemoterapi Kanker

Kemoterapi merupakan prosedur pengobatan untuk melawan serta membuat sel kanker hancur, tapi jelas ini tidaklah sama dengan proses operasi maupun radioterapi yang hanya memberikan dampai di bagian tubuh tertentu saja. Kemoterapi ini adalah langkah pengobatan yang bakal memberikan efek ke seluruh tubuh dan dan sel-sel kanker yang sedang berkembang akan menjadi sasaran kemoterapi.

Kadang juga dokter yang menangani dalam tahapan ini sering mengombinasikan beberapa obat untuk pasien yang memutuskan untuk rawat jalan, pemberian kemoterapi adalah melalui infus. Setelah pengobatan lewat infus sesuai dosis sudah diterima, maka pasien boleh pulang. Namun pada saat menempuh pengobatan ini, penderita perlu melakukan tes darah di mana tujuannya adalah untuk mengetahui apakah kesehatan ginjal baik-baik saja karena tubuh secara terus-menerus dimasukkan obat.

Sama halnya dengan Radioterapi berikut beberapa efek samping melakukan radio terapi dan kemotrapi

  • Menurunnya nafsu makan.
  • Tubuh cepat merasa lelah.
  • Mulut terserang sariawan.
  • Perut mual yang diikuti dengan muntah.
  • Kerontokan rambut yang memang sudah tergolong efek samping umum, tapi rambut bakal tumbuh kembali dalam waktu 3-6 bulan sehabis pasien selesai kemoterapi. Hanya saja, tak semua pengobatan kemoterapi akan membuat rambut rontok.
  • Berkurangnya jumlah sel darah yang mengakibatkan sesak napas dan tubuh lemas. Hal ini bakal membuat kondisi tubuh menjadi sangat gampang terkena infeksi oleh sebab kekurangan sel darah putih.

Penyebab Kanker ServiksPenyebab Kanker Serviks

Penyebab Kanker Serviks

Penyebab Kanker Serviks

Penyebab Kanker Serviks

Penyebab Kanker Serviks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *